Senin, 06 September 2010

Siap ngeblog lagi.....

Sudah sekian lama blog ini saya tinggalkan
tenggelam dalam rutinitas hidup yang tak berkesudahan
sudah saat nya kembali menulis...
mengurai kembali impian -impian
menulis kembali pelajaran tentang kehidupan
karena hidup itu adalah warna
akan kusiapkan lagi waktu untuk mewarnai dunia ini

Selasa, 26 Agustus 2008

Jangan pernah mencela makanan di meja makan

Kalimat diatas mungkin cukup ekstrim khusus nya bagi kritikus makanan. Tapi kali ini saya ingin membahas masalah ini sebagai bentuk hormat saya kepada seseorang yang mengajarkan ini dengan tidak sengaja atau bahkan orang itu tidak menyadarinya.

Buat saya makan adalah kebutuhan, yang penting kebutuhan gizi, kebutuhan tubuh atas makanan yang menghasilkan energi dan untuk pertumbuhan. Mungkin konsep ini yang membuat saya tidak begitu mahir dalam memasak, karena buat saya makanan hanya terbagi atas 3 yaitu : enak sekali, enak dan tidak bisa dimakan (mis: basi). Saya sulit menggambarkan jika makanan tersebut kurang bumbu atau apa. Entah ini kelemahan atau bahkan menjadi kelebihan saya yang artinya: saya mau makan apa aja

Makanya saya ga gitu ngerti kenapa orang ada yang komentar makanan itu ga enak, bakso di ujung jalan sana ga enak, tukang mi ayam yang ini gimana... hmmm atau roti buatan ibu itu enak sekali tiada duanya.. hehhe bingung saya.

Kemudian seorang teman bercerita bahwa ayahnya sangat melarang anak-anaknya berkomentar atas masakan ibunya apalagi di meja makan. Saya pikir itu bukti bahwa anak-anak dan suami menghargai apa yang sudah ibu lakukan untuk menyediakan makanan bagi keluarganya. Nyatanya bukan itu kata teman saya, sang ayah jika sudah duduk di meja makan makan makanan yang dihidangkan, jika terasa kurang garam ambil garam di dapur, kurang bumbu ambil kecap atau saos tomat atau saus sambal botolan atau kalo suka ambil petis udang. Tapi kalo memang tidak enak sama sekali singkirkan saja dan tidak banyak komentar. Ujarnya Kenikmatan makanan hanya ada di lidah selanjutnya setelah makanan masuk ke kerongkongan rasa itu hilang... yang ada tinggal fungsinya, fungsi gizi semua zat yang terkandung di dalam makanan itu. Kalaupun sudah tidak ada gunanya makanan dan minuman akan terbuang kembali menjadi kotoran.

Pada kesempatan yang lain AAgym pernah mengatakan bahwa bayangkan makanan itu datang ke meja makan kita, ikan di laut, sayuran di pegunungan, buah-buahan dari negara lain atau dari perkebunan nun jauh di kota lain. Semua berkumpul di meja makan kita, itu yang patut disyukuri bukannya setelah itu malah di cela dan diberi komentar negatif

Makanya sekarang tiap mau makan liat baik-baik hidangan yang didepan mata, kalo makan sop kambing, bayangkan berapa banyak orang yang terlibat untuk mengantarkan makanan ini ke meja kita, dari mulai jagal kambing, yang menanam bumbu-bumbu, yang menjual, yang mengantar dan yang mengolah. Alhamdulillah sekarang kita tinggal mengambil manfaatnya.... jangan sedikitpun dibeli celaan.

Ramahlah terhadap rezeki maka rezeki pun akan ramah pada kita

Kata-kata ini saya kutip dari sang guru super Mario Teguh saat tampil di Metro TV Minggu malam 24 Agustus 2008. Entah kenapa kata-kata ini sangat membekas di hati mungkin karena obrolan dengan anggota keluarga lain minggu ini adalah tentang mencari rezeki.

Saya bersaudara memiliki profesi yang hampir sama yaitu sebagai pengajar di perguruan tinggi (umumnya dipanggil dosen), suka duka berprofesi seperti ini menjadi obrolan ringan di akhir minggu saat berkumpul bersama di rumah orangtua yang kebetulan berprofesi sama.... (keturunan dari sononya udah hobi mengajar). Sudah menjadi rahasia umum kalo gaji guru dan dosen di Indonesia sangat mengenaskan dibandingkan dengan negeri tetangga. Maka jangan salahkan mereka jika sebagian aset negara berupa orang-orang pintar tidak bisa mengabdi kepada negaranya karena tawaran di negara lain begitu menggiurkan.

Kembali lagi pada keramahan rezeki, tanpa disadari kadang kita sering mengeluh dengan sulitnya kehidupan di masa sekarang, kadang uang tak ada artinya. Seorang teman yang bekerja di kota lain menceritakan bahwa gajinya tinggal bersisa 300 ribu per bulan setelah potong cicilan kredit dll .... saya pun tercenung mendengar kabar itu ... karena artinya uang sisa teman saya per bulan bahkan tidak mencukupi untuk membayar tagihan listrik dan telp saya.... maaf bukan riya maupun sombong, tapi saya jadi belajar mamaknai bahwa rupiah-rupiah yang berseliweran ditangan kita, yang datang dan pergi dengan cepatnya ... ternyata masih sangat berarti buat orang-orang disekitar kita, saudara, teman dekat, tetangga dsb.

Dengan mengeluh tentunya bukan sifat yang positif, kata-kata ramah dalam prakteknya ada berupa penyambutan yang baik, perlakuan yang menyenangkan hingga membekas di hati seperti halnya ada seseorang yang menyambut kita dengan ramah pasti kita ingin terus berteman dengan orang tersebut. Orang yang kita perlakukan dengan ramah pasti dia senang bertemu dengan kita... sebaliknya jika kita tidak ramah kepada seseorang tentinya dia pun tak ingin bertemu lagi dengan kia begitulah hakekat rezeki adanya. Gaji sebulan yang biasanya cuma numpang lewat di rekening kadang tidak kita sambut dengan ramah, komentar yang timbul adalah : yah memang sudah hak saya dapat segini, syukur-sukur dilebihin dll. Bukan sambutan ramah yang saya artikan penuh syukur.... penuh harapan positif atas rezeki yang didapatkan untuk mencapai suatu keberkahan.

Kebetulan Rubrik Hikmah di Harian republika hari ini membahasa tentang nikmat Allah...
”Berlaku baiklah kalian pada serpihan-serpihan nikmat-nikmat Allah. Janganlah kalian menyia-nyiakan nya, Jika ia hampir hilang dari suatu kaum, ia kembali kepada mereka ( HR Al Baihaki dari Anas bin Malik”

QS Ibrahim (14:7) Sesungguhnya , jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmar-Ku) sesungguhnya azabku sangat pedih”

”Perkara yang sangat berat adalah menghina, memuliakan, berpisah setelah bertemu, dan hilangnya nikmat dari suatu kaum lantaran mereka tidak berlaku baik terhadap serpihan nikmat kemudian mereka harapkan nikmat itu kembali pada mereka...”
(Republika Senin 25 Agustus 2008)

Hiduplah dengan penuh syukur nikmat, ramahlah terhadap rezeki yang datang walaupun bentuknya seperti serpihan. Lautan yang luas hanyalah kumpulan dari titik-titik air dan gunung hanyalah kumpulan dari serpihan debu.... maka segunung dan seluas rezeki terdiri dari serpihan-sepihan rezeki yang harus disyukuri dan diperlakukan secara ramah.

*Kepada para rezeki datanglah padaku... niscaya akan kusambut kalian dengan ramah*

Kamis, 21 Agustus 2008

Untuk semua sahabat

Untuk kamu... ya kamu
terima kasih sudah menjadi sahabatku baik

nyanyi bareng yuks!

Lirik lagu Nidji - Arti Sahabat

tak mudah untuk kita hadapi
perbedaan yang berarti
tak mudah untuk kita lewati
rintangan silih berganti

kau masih berdiri
kita masih di sini
tunjukkan pada dunia
arti sahabat

kau teman sejati
kita teman sejati
hadapilan dunia
genggam tanganku

tak mudah untuk kita sadari
saling mendengarkan hati
tak mudah untuk kita pahami
berbagi rasa di hati

kau adalah..
tempatku membagi kisahku
kau sempurna
jadi bagian hidupku
apapun kekuranganmu


Buat Nidji.... keren banget lagunya nih....

Serba Madura

Tulisan saya ini agak unik sedikit, karena sesungguhnya saya bukan orang madura, tapi saya cukup sering dan familiar dengan apa-apa yang berbau madura.

Madura.. pulau di ujung jawa timur, terkenal sebagai pulau garam dan budaya karapan sapi, selain itu yang selalu saya inget tentang logat madura... hehh inget ga tokoh mbok bariyah di film si Unyil... kalo bicara pasti diulang2... misalnya sik asik.. nak enak dan tul betul :)

Tetapi selain karena hal tersebut diatas masih banyak hal yang selalu dikaitkan dengan nama pulau ini.

Misalnya… sate madura… hmm lezatnya terbayang (ini nulisnya siang-siang menjelang makan siang) Ga tau kenapa, di setiap tempat selalu tersedia sate madura… sate ini khas dengan bumbu kacang atau pun kecap… kalo mau dikasih nilai ya sate ini yang paling mak nyus karena emang ga ada saingan, ga ada tuh yang namanya sate jabar, sate jawa, sate bali, bahkan sate Kalimantan. Sekali kita sebut sate.. jawabannya pasti sate madura.. hehhe

Trus ada lagi yang ga kalah enaknya yaitu bubur ayam madura, nah ini baru deh banyak saingan dari mulai bubur ayam sukabumi, cianjur dan tasik, hanya saja uniknya dengan saingan berbagai bubur ayam yang berasal dari daerah jawa barat, bubur ayam madura tetep eksis di pasaran. Sebagai penggemar bubur ayam madura, terkenang masa lalu waktu masih berjuang di Denpasar Bali, bubur ayam madura ini keliling komplek di malam hari….

Kayaknya belum ada tuh yang nyaingin rasa bubur ayam ini yang bikin nikmat adalah kuah santan encernya itu. Plus ayam suwirnya yang disuwir kecil-kecil banget sampe serat terakhir.. (rajin ya si tukang bubur). hmmm nyam nyam. Buat yang sempet mampir ke bali cobain deh bubur ayam madura yang super enak ini kalo pagi mangkal di pasar banjar sesetan. Ngga tau deh apa dia masih jualan apa ngga, udah hampir 7 th lalu. Kalo malem ya dia keliling komplek di sekitar sesetan Pengalaman unik yang saking ngebetnya pingin bubur ayam madura ini adalah temen saya yang lagi ngidam, saking pingin ni bubur ayam pas nyampe sana eh abis tuh bubur. Trus kita tanya ama abangnya, bang masih ada kuahnya ga? Oh ternyata masih. So akhinya kita beli tuh semua sisa bumbu n bahan yang ada di siabang bubur. Dan kita ngebubur sendiri di rumah, walau rasanya ga sama persis tapi lumayan untuk menghibur temen saya yang lagi ngidam.

Madura juga terkenal sebagai asal para ulama yang kyai handal, juga para politisi, pejabat dan orang terkenal lainnya. Sebut saja bapak H Mohammad Noer, walaupun menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur di tahun 60-an- 70an tapi namanya tetap harus sampai sekarang sebagai sesepuh jawa timur, diusia nya yang sudah senja beliau masih melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Yang bikin saya makin respek adalah produktifnya dia dalam menulis, saya pernah liputannya tentang beliau ternyata beliau masih menulis walaupun tidak pakai computer beliau mempergunakan pake mesin tikkk!!! Angkat topi buat beliau.

Satu lagi mengingat gudangnnya kyai itu di madura, saya adalah salah satu murid dari ustadz asli madura. Sebagai ustadz alias guru ngaji, memang diperlukan ketegasan dalam mendidik. Saya akan selalu hormat kepada guru saya Al Ustadz (Alm) H Abdul Aziz SH, gaya bicaranya yang lantang dan tegas, kalo lupa hafalan atau salah mengaji, nah siap-siap deh Karena senjata pamungkas beliau adalah pecut alias cambuk.. nah looh.. beneran.. pecut untuk mencambuk sapi saat karapan. Heheh walaupun pecut itu ga pernah dipake untuk mencabuk salah satu muridnya tapi kalo pecut itu berada disekitar kita… hmm langsung deh kita duduk tenang manis di saat mengaji. Terima kasih atas semua ilmu yang telah diberikan kepada kami pak, semoga bermanfaat bagi semua murid-muridmu kini.

Balik lagi ke makanan, sambel madura.. nah ini jarang terdengar di pasaran tapi setelah nyoba kok rasanya enak juga, mirip sambal dabu-dabu nya dari manado tapi uniknya di sambel dicapur sedikit minyak goreng nah rasanya jadi lebih licin dan lebih nendang... (buat orang madura coba di ralat kalo sambel ini ternyata bukan berasal dari madura), Sambel ini diperkenal kan oleh salah seorang paman saya dia kalo mau makan ikan goreng selalu nyambel pake resep sambel madura dan Alhamdulillah akhirnya beliau punya istri keturunan madura hehhe dasar jodoh...

Pengusaha besi dan barang bekas, nah pasti deh yang melekat di pikiran adalah orang madura juga, pembeli kapal-kapal bekas, mobil bekas, besi bekas dan lain-lain dikilo in ke orang madura, kayaknya stereotype orang madura udah mendarahdaging deh untuk profesi ini. terkadang kita juga pelu mereka.. bener ga? Minimal untuk menjual barang-barang bekas. Dan jangan salah walaupun di Jakarta mereka terlihat kumuh karena tinggal bersama dengn tumpukan barang dan besi bekas namun kehidupan di maduranya ... hmmm berkecukupan loooohhhh

Ramuan madura.... hmm ini nih jagoannya madura, entah kenapa stereotype tentang ramuan madura itu sangat melekat apalagi wajah nani wijaya yang mesem2 dalam iklan salah satu produk jamu madura. Saya termasuk salah satu ”korban” ramuan madura... stt jangan mikir macem2 dulu. Karena sudah menikah lebih dari 2 tahun dan belum dikaruniai anak maka ada salah satu tetangga yang berbaik hati memberikan ”ramuan madura” untuk saya dan suami.... buktinya???? 3 bulan kemudia saya hamil anak pertama, tapi itupun dibarengi dengan pijat dan teteup konsul ke dokter kandungan hehhe...Ada kelakar lucu saat teman saya (orang madura.red) menikah, karena tidak pake adat madura maka salah seorang terman bertanya, kok kenapa ga pake adat pernikahan madura, teman saya langsung nyeletuk, kalo resepsi pernikahan sih ga perlu madura yang penting malam harinya harus minum ramuan madura... alamak...!!

Satu lagi, bertemen dengan orang madura, walaupun banyak selentingan yang ga enak terutama setelah kerusuhan etnis di kalimantan tengah (turut berduka) tapi alhamdulillah justru temen-temen saya yang berasal dari madura lah yang kini menjadi salah satu inspirasi saya menjalani kehidupan....

Seorang sahabat baik saya jg keturunan madura, walaupun tidak lahir disana tapi darahnya asli madura. Masih galur murni gitu alias ayah ibu asli madura. Pernah suatu waktu dia berlibur ke madura bersama keluarganya katanya sih udah jarang banget ke madura dan baru kali itu akhirnya dia sekeluarga berkunjung ksana dan dia bercerita kalo di tempat tinggal Iyang (Kakek) nya di madura itu ada pohon mangga yang lebat sekalli buahnya sampai ada buah yang hampir menyentuh tanah, saking semangatnya temen saya menceritakan hal ini, dia sampai lupa kalo dia udah cerita hal ini sampai 20 kali lebih.... hehhe sampe saya bilang: udah dong ini udah mau cerita ke 31 kali loh tentang pohon mangga berbuah lebat itu kan Jawabnya: tenang aja belum nyampe 50 kali kan? .....Gubraks....!!!

Saya janji deh kalo ada rezeki bisa nyebrang nyampe pulau madura, yang pertama kali saya cari yang pohon mangga itu dan buahnya akan saya kasih label Mangga Madura heheh

dedicated to : Alm H Abdul Aziz, Bpk M Noer (mantan Gubernur Jatim)Pak Fathorahman, Pak Anton, Bapak penjual bubur madura di sesetan denpasar,seluruh tukang sate madura, dan seluruh warga madura yang baca postingan ini...

Arti Sahabat

persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga.

Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.

Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu di dalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.

Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga Kita.

Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan,

tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain…

tapi menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.

Kalo baca tulisan diatas
rasanya jadi inget ama semua sahabat-sahabatku
baik yang masih ada ataupun yang udah pergi selamanya

Senin, 14 Januari 2008

Meeting berempat dengan anggota TDA

Minggu lalu pak Hantiar telepon saya minta bantuan untuk bergabung di acara TDA Qalbun Salim, wah agak tersanjung nih karena terus terang sebenernya saya baru bergabung di pertengahan September dengan komunitas TDA ini. Awalnya dari ngga sengaja masuk blog pak Roni langsung deh ternyata ketemu dengan komunitas yang funtastiiiiikkk!!!... Rupanya ada beberapa temen saya yang bergabung dengan TDA ini seperti Pak Rosihan n bu Ines juga mbak Yulia yang ternyata istri teman baik saya.

Saya baru mengikuti 2 kegiatan TDA yaitu Workshop membuat webstore yang dipandu oleh pak Ipul Anwar dan sempat juga mampir ke JCC untuk ikut talk show nya pak Roni dan pak Is dalam acara SMESCO.

Setelah bertemu dengan teman-teman yang funtastik maka saya terus bergerak untuk bersilaturahmi, Alhamdulillah saya sudah bersilaturahmi dengan keluarga pak hantiar dan mampir ke toko mbak Doris. Setiap bertemu dengan teman-teman TDA saya selalu merasa timbul semangat yang baru...makanya saya bela-belain deh kalo ada acara TDA yang masih terjangkau oleh saya....

Oke balik lagi ke meeting kemaren, yang datang hanya berempat yaitu saya, pak Hantiar dari TDA Qalbun Salim, Pak Asep dari TDA Finance (kirain orang sunda pak ngga taunya kok medok? Asep gitu loh! Harusnya sunda banget) juga pak Dwi dari TDA Management.

Rencana dari TDA Qalbun Salim adalah mengadakan pelatihan singkat mengenai Ekonomi Islam. Dengan materi yang menarik diharapkan para TDA’ers dapat mendapatkan pengetahuan baru terutama untuk penerapan Sistem Ekonomi Syariah dalam berbisnis. Kebetulan latar belakang dan profesi saya memang di bidang pengajaran akuntansi dan ekonomi syariah... so dengan senang hati kalo saya bisa sharing berbagi ilmu dengan teman-teman di TDA.

Diskusi hangat di meeting kemarin jadi menambah input buat saya bahwa sesungguhnya banyak sekali kasus yang bisa dibahas dalam penerapan ekonomi syariah dalam berbisnis. Tentunya ini bisa menjadi gambaran bahwa materi ini mungkin akan menarik dibahas di pertemuan TDA Qalbun Salim nanti. Insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 2008, hari Ahad. So sampai ketemu di pertemuan nanti, buat teman-teman TDA yang ingin memberi masukan .. silahkan langusng japri aja saya di email erikatakidah@gmail.com. Wassalam...